Sejarah Singkat

SEJARAH SINGKAT

Yayasan Lembaga Bina Anak Soleh didirikan pada bulan April tahun 2015 berdasarkan akta pendirian yayasan nomor 13, Notaris Dewi Mulyanti, SH., yang mempunyai maksud dan tujuan dalam bidang social, keagamaan, dan kemanusiaan. Sebagaimana tertera dalam akta tersebut, untuk mencapai maksud dan tujuan sebagaimana tersurat di atas, yayasan dapat melaksanakan kegiatan sebagai berikut:

  1. Dalam bidang sosial
  • Yayasan mendirikan lembaga pendidikan formal dan nonformal dari tingkat kelompok bermain (Kober) sampai Perguruan Tinggi (PT).
  • Pendidikan Dinul Islam dalam bentuk pendidikan diniyah dan pesantren.
  • Peningkatan kesehatan masyarakat dengan membuka poliklinik.
  • Mengadakan kegiatan sosial yang berkaitan dengan pembinaan generasi muda.
  • Mengembangkan sumber daya manusia.
  1. Dalam bidang keagamaan
  • Menyelenggarakan kelompok bimbingan ibadah haji.
  • Membangun sarana peribadatan.
  • Kegiatan rutin pengajian mingguan, bulanan dan tahunan.
  • Menyelenggarakan pondok pesantren dan madrasah.
  • Menyelenggarakan bimbingan umroh dan haji.
  1. Dalam bidang kemanusiaan
  • Pelestarian lingkungan hidup dan perlindungan konsumen.
  • Membantu korban bencana alam.
  • Mengusahakan kesejahteraan masyarakat, mubaligh, instruktur dan guru.
  • Mendirikan rumah singgah.

 

Berdasar pada itu, maka untuk pertama kalinya di tahun 2003, dibangun lah sebuah satuan pendidikan nonformal berbasis keagamaan berupa Diniyah Takmiliyah Awaliyah atau sering disebut dengan nama DTA Ciwahangan, yang sampai sekarang alhamdulillah masih dapat bertahan dan bersinergi dengan satuan lembaga pendidikan lainnya. Enam tahun berikutnya, tepatnya pada tahun 2009, dimana pada masa itu pertumbuhan pendidikan AUD tumbuh luar biasa di Indonesia, masih dalam rumpun pendidikan nonformal, didirikan lah sebuah satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) berupa Raudlatul Atfal (RA) yang diberi nama RA Waladun Solihun. Dimana dua satuan pendidikan ini dapat lah dikatakan sebagai batu loncatan bagi lembaga untuk mendirikan lembaga pendidikan yang lebih besar lagi, yakni  Pondok Pesantren yang diberi nama Daarul Ma’arif di tahun 2010. Sebagai jawaban atas tuntutan konsep pendidikan religius modern, maka di satu tahun berikutnya dibangun pula lembaga pendidikan formal sebagai pelengkap pendidikan non formal pondok yang mengedepankan konsep pendidikan pondok modern, yakni Madrasah Tsanawiyah (MTs) yang diberi nama eL-BAS di tahun 2011. Dan sebagai bentuk komitmen penuh pihak lembaga terhadap pendidikan, maka pada tahun 2013, dua tahun berselang, dibangun pula lembaga pendidikan formal satu jenjang lebih tinggi, yakni Madrasah Aliyah (MA) MA eL-BAS.

WhatsApp Tanya via WhatsApp