Itulah pernyataan siswa-siswi Kelas IX MTs eL-Bas yang baru saja pada hari Rabu tanggal 20 Maret memulai Ujian Madrasah Berstandar Nasional Berbasis Komputer atau UAMBN-BK untuk pertama kalinya dalam ujian nasional di jenjang MTs. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari proktor UNBK, bapak Toni Herdiana, S.Pd., dia mengatakan bahwa “Ujian Berbasis Komputer ini merupakan ujian ke 2 selain UN yang untuk tahun ini di-BK kan. Karena sebagaimana kita ketahui bersama, tahun lalu UAMBN di jenjang MTs masih menggunakan kertas dan pensil. “Meski pun demikian, tampaknya tidak perlu waktu lama bagi siswa-siswi untuk beradaptasi dengan sistem ujian berbasis komputer ini, karena memang mereka sudah terbiasa dengan sistem serupa pada UNBK yang simulasinya dimulai lebih dulu.” Tambahnya.

 

Jika kita bandingkan diantara dua jenis tes berbantuan komputer ini, terdapat sedikit perbedaan diantara keduanya. Pertama, dalam UAMBN-BK pelaksanaan ujian atau dikenal dengan istilah sesi, lebih fleksibel waktunya, tidak terikat dengan kunci sesi ujian atau disebut token. Kedua, secara sistem, pengaturan sesi ujian dalam UAMBN-BK bersifat statis, belum mengadopsi rolling atau pertukaran antar sesi dalam ujian sepertihalnya UNBK, meski secara teknis bisa-bisa saja dilaksanakan untuk memberi suasana baru bagi siswa dalam pelaksanaan ujian. Pagi hari biasanya secara fisik mereka lebih siap dan bersemangat, beda halnya dengan sesi ke 2 dan seterusnya.

 

Tak terasa 2 (dua) hari berselang tepat hari Jum’at tanggal 22 Maret 2019, ujian hari ke-3 dan merupakan hari terakhir UAMBN-BK sudah terlewati, beban berat para santri bergelut dengan ujian tuk sementara disudahi untuk beristirahat sejenak mengumpulkan energi guna menghadapi Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) pada minggu berikutnya. Ayo tetap semangat anak-anakku, the hardest the glory…. 

WhatsApp Tanya via WhatsApp