eL-BAS English Intensive Course atau lebih dikenal dengan akronim EEIC merupakan salah satu program unggulan bidang pengembangan Bahasa Inggris yang dimiliki oleh MA eL-BAS yang sejauh ini telah berjalan di tahun ke tiga. Tak terasa sejak dimulai di awal tahun ajaran baru 2019/2020, kini program telah berjalan genap satu jenjang atau satu tahapan program, dimana sesuai dengan kurikulum program, ujian tahap pertama yakni Basic Training Course atau BTC dilaksanakan pada hari Minggu, tanggal 27 Oktober yang waktunya bertepatan dengan agenda Penilaian Program Akselerasi Caturwulan satu yang sudah lebih dulu dimulai sejak Senin tanggal 21 Oktober dan direncanakan berakhir dalam rentang satu minggu.

 

Meskipun dilaksanakan pada hari libur, yakni hari minggu tanggal 27 Oktober, serta pelaksanaannya bertepatan dengan minggu pelaksanaan ujian catur wulan ganjil, karena sudah merupakan komitmen bersama, maka seluruh panitia dan para peserta tidak merasa keberatan untuk melaksanakan kegiatan ini.  “Selain telah diagendakan jauh-jauh hari, kegiatan seperti demikian sudah merupakan rutinitas tahunan bagi para santri baru di tiap semester ganjil tahun pertama mereka menginjakan kaki di kelas X Madrasah Aliyah eL-BAS.” kata Toni Herdiana, sebagai penanggung jawab program membuka pembicaraannya. “Karena merupakan bagian kurikulum lembaga dan produk kebijakan para pemangku kepentingan dan di lain sisi bagi siswa dengan adanya program seperti ini menjadikan jam belajar mereka menjadi lebih padat, tapi kami sadar bahwa untuk mencapai keberhasilan perlu pengorbanan” tambahnya.

Beberapa saat sebelum pelaksanaan ujian, santri putri berfoto bersama di depan ruang ujian.

 

Jenis tes dalam ujian kali ini tersusun atas dua jenis, yakni written dan spoken, atau dengan kata lain ujian tulis dan lisan. Materi uji mencakup seluruh bahan ajar sesuai dengan fase program, dilaksanakan sejak pagi hari pukul 09.00-12.00 dalam waktu dua sesi dengan jeda istirahat 30 menit. “Meskipun ada hambatan di awal pagi, dikarenakan ada agenda kepindahan asrama bagi santri kelas VII dan VIII MTs dimana mereka di catur wulan II nanti setelah jeda libur catur wulan akan langsung mengikuti kegiatan Arabic Camp bagi kelas VII dan English Camp bagi kelas VIII, sehingga pelaksanaan kegiatan ujian sedikit molor dari waktu yang telah dijadwalkan. Namun meski pun demikian kegiatan berjalan lancar tanpa kendala apa paun, hanya 3-4 orang dari jumlah total 33 santri yang tidak hadir dikarenakan sakit” timpal penanggung jawab program.

Santri yang bukan lulusan MTs eL-BAS diwajibkan mengikuti Program EEIC, 28 peserta dari 62 santri yang tercatat sebagai siswa Kelas X MA eL-Bas  pada Tahun Pelajaran 2019/2020.

 

Tampak dalam gambar para santri mengenakan dress-code hitam putih, dengan peci dan dasi bagi laki-laki, dan kerudung hitam bagi perempuan lengkap dengan name-tag menggantung di leher mereka saat pengambilan foto bersama sebelum ujian dimulai. “Secara mental mereka tampak siap mengikuti ujian ini, begitu pun secara fisik mereka mempersiapkan diri dengan tidur cukup di malam sebelum pelaksanaan ujian dengan sebelumnya sarapan di awal pagi.” kata koordinator program, Ahna, ikut menambahkan. “Untuk fase selanjutnya, bobot mengajar guru dan tutor pada program serupa akan lebih berat, dikarenakan awal caturwulan dua menandai pelaksanaan kegiatan English Camp bagi siswa MTs kelas VIII, jadinya sumber daya tenaga dan pikiran sebagian pendidik guru dan tutor terbagi dua dengan program serupa yang sudah berjalan sebelumnya.” tutup penanggung jawab program, Toni Herdiana, S.Pd., menutup pembicaraannya.

WhatsApp Tanya via WhatsApp