Ciamis – Sebagaimana informasi lisan dan tulis yang diperoleh dari KKM MA serta informasi pada halaman UBK Kemdikbud mengenai kegiatan Sosialisai dan Simulasi Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) Tahun Pelajaran 2020/2021 bagi siswa madrasah yang tergabung dalam kegiatan Simulasi Skala Besar (SSB) Ujian Berbasis Komputer Daring (UBKD), setiap madrasah dimandatkan untuk mengikuti kegiatan tersebut dengan mendaftarkan 5 siswa kelas XI MA melalui proktor madrasah masing-masing. Kegiatan ini merupakan titik awal dari mata rantai kegiatan asesmen di tahun ajaran 2020/2021. Sebagaimana kita tahu bahwa instrumen evaluasi ini adalah pengganti alat ukur yang udzur dan sudah dianggap tidak relevan lagi, yakni Ujian Nasional (UN) yang berbasis Mata Pelajaran.

Masih segar di ingatan, tepatnya di bulan Februari 2020, Materi AKM sebagai hal baru dalam pengukuran keberhasilan pendidikan untuk pertama kalinya diperkenalkan kepada guru sebagai bagian dari program pokok Merdeka Belajar yang digagas oleh Mendikbud. Kini di akhir tahun tiba waktunya instrument evaluasi tersebut diperkenalkan secara massif kepada siswa madrasah di semua jenjang. Jika menilik roadmap yang berhasil dirangkum dari halaman UBKD Kemdikbud, rencana jadwal pelaksanaan kegiatan simulasi SSB UKBD bagi siswa untuk tiap jenjangnya adalah sebagai berikut:

  1. Jenjang SMK/MAK pada tanggal 17 Nopember 2020 untuk siswa kelas 11.
  2. Jenjang SMA/MA pada tanggal 24 Nopember 2020 untuk siswa kelas 11.
  3. Jenjang SMP/Mts pada tanggal 1 Desember 2020 untuk siswa kelas 8.
  4. Jenjang SD/MI pada tanggal 8 Desember 2020 untuk siswa kelas 4.

Menurut informasi yang didapat dari group pesan WhatsApp UBKD, jadwal simulasi untuk jenjang SMK/MAK lebih dulu dilaksanakan dalam waktu 2 hari, tanggal 17-18 November 2020, meski ada penambahan waktu sehari bagi madrasah yang terkendala teknis di jadwal utama. Begitu pun untuk jenjang SMA/MA dilaksanakan selama dua hari, tanggal 24-25 November 2020.

“Meskipun guru sudah lebih dulu mengenal materi AKM ini, namun dalam sekala besar baru tahun ini diperkenalkan kepada siswa melalui kegiatan SSB UBKD. Dan tidak lah mungkin kapasitas guru bisa menularkan secara utuh pengalaman dan pemahamannya kepada siswa, dikarenakan ada faktor media evaluasi, yakni teknologi komputer yang senantiasa berubah dan baru” kata Toni Herdiana, proktor madrasah. “Secara subtansi memang sama, ciri khas dari AKM ini adalah pemahaman dan analisa akan informasi dalam bentuk tek dan angka yang disajikan dalam kasus-kasus faktual dan aktual, sangat-sangat menantang”, tambahnya.

Secara umum, dapat disimpulkan bahwa simulasi AKM SSB UBKD kali ini dilakukan secara online, sesuai dengan akronim huruf ‘D’ yang artinya daring, sehingga sepenuhnya membutuhkan koneksi internet, tidak seperti halnya sistem UBK yang diterapkan sebelumnya semi-online. Dengan kata lain, akses siswa dan proktor madrasah saat pelaksanaan ujian terkoneksi secara langsung ke server pusat, tidak mirip skenario test sebelumnya dimana server madrasah penyelenggara test melakukan sinkronisasi data peserta dan bank soal sebelum pelaksanaan ujian, dan pada waktu ujian hanya pada beberapa tahap saja server madrasah mengakses informasi ke server pusat, seperti permohonan token ujian dan pengiriman laporan.

Ditilik dari sisi substansi test, tersusun atas 2 sub-test utama, numerasi dan literasi. Terdapat variasi dalam jumlah soal, sebagian siswa mendapati soal AKM berjumlah 24, dan 28 soal. Begitu pun dalam tema soal, banyak yang memuat informasi teks dan angka tentang teknologi informasi, geografi, sosiologi, ekonomi, kesehatan, sejarah dan tema-tema lainnya. “Teks memuat informasi yang semunya terkait dengan peristiwa-peristiwa aktual yang terjadi baru-baru ini. Disajikan dalam paparan tek yang disertai gambar, bagan, grafik, tabel dalam bentuk pilihan ganda, ganda majemuk, menjodohkan, true-false dan isian singkat dan uraian atau essay, butuh konsentrasi penuh.” Ai Siska, salah seorang peserta ikut mengomentari.

Semoga saja dengan instrumen evaluasi keberhasilan pendidikan yang baru ini dapat membawa pendidikan Indonesia lebih maju lagi, khususnya di lingkungan madrasah. Aamiin…

WhatsApp Tanya via WhatsApp