Belajar di China mengubah sepenuhnya perspektif saya mengenai negeri ini. Tadinya saya berfikir bahwa ini adalah negeri yg dipenuhi para ahli bela diri kungfu dan kehidupan yang serba tradisional. Pikiran saya bukan tanpa dasar, karena itu lah perwajahan negeri ini yang saya  ketahui dari layar televisi dan film-film sebelumnya. Namun nyatanya tidak lah demikian, saya tertipu. Faktanya orang-orang di sini hidup dengan modern, banyak kendaraan listrik berkeliaran, sistem pembayaran serba digital, sistem transportasinya nyaman dan tertata rapi. Bahkan tukang sapu jalanan pun mereka menggunakan HP android. Hal ini tidaklah sulit karena China memiliki sistem jaringan telekomunikasi yang maju, meskipun jaringan 4G masih digunakan, mereka mayoritas sudah menggunakan jaringan 5G yang notabene bisa dibilang ‘barang langka’ di negara kita.

 

Dalam transportasi publik, ada satu kereta yang menjadi salah satu yang tercepat di dunia yakni 地铁 (ditiu), orang biasa memanggilnya. Dalam bidang budaya mereka kukuh dengan budaya dan sangat kuat dalam menjaga tradisi, walaupun kebanyakan dari mereka tidak bertuhan (baca: atheist), tapi mereka masih tetap menjalankan beberapa ajaran leluhur mereka.

 

Islam bisa kita jumpai hampir di seluruh wilayah negeri ini. Di beberapa beberapa kota agama Islam menjadi mayoritas, dan  ada juga di beberapa kota lainnya Islam justri yang menjadi minoritas, begitu pula keberadaan agama lain seperti kristen, hindu, budha dan lain sebagainya.

 

Orang orang disini terbiasa minum air panas, jadi kalau kita makan di restoran akan sulit menemukan air dingin. Orang-orang di sini sangat disiplin, teliti, jujur, baik dan penuh perhitungan. Satu hal yang menarik di sini adalah kita tidak akan menemukan google, WhatsApp, Facebook, Instagram, dan sebangsanya terkecuali kita memiliki aplikasi tersebut dari luar china dan untuk menggunakannya kita perlu menggunakan layan virtual private network atau VPN. Sungguh sebuah komitmen kebangsaan yang sangat luar biasa kuat dan kukuh saya pikir. Hal lain yang menarik dari mereka adalah mereka cukup ramah terhadap 外国人(way guo ren) para tamu asing yang datang ke negara mereka. Sungguh pengalaman yang luar biasa mengesankan mempunyai kesempatan belajar di negara mereka, alhamdulillah… (pewarta: fahrid)

WhatsApp Tanya via WhatsApp