Menjelang penyelenggaran Kurikulum Darurat Tahun Pelajaran 2020/20201 yang akan dimulai minggu ke-3 bulan Juli ini, lembaga pendidikan MTs & MA eL-BAS serta Pondok Pesantren Daarul Ma’arif mengambil tindakan untuk mendatangkan para santri secara bertahap dengan tetap mengikuti aturan protokol pemerintah. Atas intruksi dari pimpinan Yayasan, Dr. KH. Kusoy Fadiliyah sekaligus selaku pimpinan pondok pesantren sudah mempersiapkan banyak hal untuk mempersiapkan kedatangan santri. Meski harus bolak-balik Jakarta-Ciamis, tak membuatnya patah semangat untuk terus mematangkan persiapan kedatangan mereka.

Untuk menjaga keamanan, pihak lembaga senantiasa terus berkomunikasi dengan pihak Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Ciamis yang dinakhodai Dr. Bayu melalui fasilitasi Puskesmas di tingkat Desa Imbanagara. Hal ini dilakukan demi terciptanya keamanan serta kelancaran mulai dari proses kedatangan hingga karantina santri. Persiapan ini sudah berlangsung sejak Juni lalu. Para murokib/murokibah dan Asatidz/asatidzah sibuk mengurusi berbagai hal. Dari mulai persiapan tempat tinggal asrama, media edukasi pencegahan covid-19, serta perizinan dari pihak terkait.

Momentum ini juga bertepatan dengan rencana ketua Yayasan dengan pemindahan asrama putri yang awalnya di bagian barat pondok pesantren untuk dipindahkan ke bagian timur, atau yang sering di sebut wilayah Qatar dengan alasan ada masjid wakaf dari orang Qatar disana. Hal ini pun berhasil direalisasikan, semua barang-barang santriwati yang ada di wilayah pesantren bagian barat akhirnya dipindahkan ke wilayah pesantren bagian timur. Dengan bermodalkan tenaga para murokib, proses mobilisasi dapat selesai dalam kurun waktu tak kurang dari seminggu.

Sesuai dengan arahan Gugus Tugas, zonasi atau pembagian wilayah diterapkan untuk beberapa area pesantren dengan dipasangi pagar-pagar besi dan gerbang sementara untuk bisa menjalankan protokol kesehatan sesuai standar. Ditempatkan pula tempat mencuci tangan di setiap sudut pesantren guna dimanfaatkan warga pesantren untuk menjaga kesehatan dengan mencuci tangan menggunakan sabun setelah beraktifitas.

Akhirnya pada tanggal 1-2 Juli, santriwati pun didatangkan. Dengan tetap menjalankan protol kesehatan, kedatangan dilakukan secara bertahap. Hari pertama terjadwal untuk kedatangan kelas 11, 12 Madrasah Aliyah, kemudian dilanjut esoknya untuk kelas 9, 10 Madrasah Tsanawiyah. Meski tidak seratus persen yang datang dikarenakan alasan kesehatan dan sebagainya, tapi tetap saja para panitia kewalahan melayani kedatangan mereka.

Setelah kedatangan santri lama, Rabu tanggal 8 Juli 2020, santriwati baru pun berdatangan secara bertahap. Pagi menjelang siang hari angka kedatangan semakin meningkat. Untuk santriwati baru kelas 7 MTs dimulai pukul 7-12 siang. Dan untuk kelas 10 MA dimulai setelah dzuhur sampai pukul 5 sore. Kendaraan tampak silih berganti memenuhi lahan parkir, dengan perkiraan puncak kedatangan terjadi pada pukul 10.

Sesuai standar prosedur, para santri dan pengantar diperiksa terlebih dahulu. Dari mulai dicek suhu tubuh dengan menggunakan thermgun serta sterilisasi barang-barang bawaan dengan cairan disinfektan. Dengan menggunakan peralatan lengkap. Tampak dalam gambar, Ustadz Dadang dan Ustadz Zakiy Yahya selaku petugas tengah menjalankan tugasnya.

Salah seorang orang tua santriwati baru Anisa Rahma, Bapak Ahmad S, yang berasal dari Pangandaran Jawa barat “Awalnya saya tahu pondok ini dari teman Facebook. Ia mengaku menyekolahkan kelima anaknya di pondok ini. Dan Kelima anaknya tumbuh dan mendapatkan hasil yang baik, ada yang sekolah di UGM, dan sebagainya. Salah satu anaknya bernama Retno yang kini tengah mengabdi Di pondok. Mendengar cerita itu dari teman Facebook saya, sayapun penasaran dan mencoba mencari tahu tentang pesantren Daarul Ma’arif ini. Alhamdulillah akhirnya anak saya pun mau.” mengawali pembicaraan.

“Biaya yang sangat terjangkau dan pendidikanya yang baik, menambah kepercayaan saya untuk memasukan anak saya ke pondok ini. Saya berharap anak saya bisa tumbuh menjadi baik dan memiliki akhlak yang mulia. Saya hanya ingin anak saya punya tiga hal, displin, rajin ibadah dan hormat kepada orang tua. Itu sudah cukup bagi saya. Saya juga berniat memasukan dua anak saya yang masih kecil untuk bisa mengikuti kakaknya nyantri disini. Harapanya semoga pondok ini kedepanya bisa lebih maju dan berkualitas yang bisa mencetak anak-anak yang berakhakul karimah” pungkas laki-laki berusia 43 tahun ini.

Saat ini, pembelajaran berlangsung hanya kepesantrenan saja. Untuk tahun ajaran baru, akan dimulai efektif pada 20 Juli mendatang. Disamping itu, Para asatidz juga tengah mengawai proses pembelajaran sambil mempersiapkan kedatangan santriwan pada waktu yang belum ditentukan. Harapanya, semoga wabah covid-19 ini segera berakhir, dan kehidupan di pesantren bisa berjalan dengan normal kembali seperti biasanya. Semoga, aamiin…

WhatsApp Tanya via WhatsApp