Upacara Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) tingkat Kabupaten Ciamis yang jatuh pada tanggal 22 Oktober 2019 berlangsung di taman Lokasana Ciamis mulai pukul 07.30 WIB. Kegiatan itu sendiri diinisialisasi oleh Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Ciamis yang mengundang seluruh Kantor Urusan Agama di tingkat kecamatan serta pimpinan pondok pesantren yang tersebar di 5 (lima) kecamatan, yakni Ciamis, Cijeungjing, Baregbeg, Sadananya, dan Cikoneng. Upacara seremonial berlangsung tidak kurang dari 4 jam hingga menjelang tengah hari yang dipimpin langsung oleh Bapak Bupati Ciamis, Dr. Herdiat yang bertindak sebagai pembina upacara. Meski dalam situasi panas dan terik, namun tidak mengurangi antusias para tamu undangan termasuk para santri yang hadir dalam kegiatan itu.

 

Beberapa hari sebelum kegiatan, berbagai atribut serba putih dan hijau sudah memadati area sekitar lokasi kegiatan. Warna dan ornamen khas pondok pesantren tampak dari banner, spanduk dan bendera yang berjejer di samping kiri dan kanan jalan sekitar taman. Begitu pun pada hari pelaksanaan, tampak dari berbagai arah jalur transportasi, tidak kurang 30 menit sebelum waktu pelaksanaan kegiatan upacara, tampak para santri berdatangan dalam konvoi kendaraan dari berbagai penjuru jalan dengan menggunakan beragam kendaraan, baik roda dua atau pun roda empat. Moda transportasi yang paling banyak digunakan para santri adalah kendaraan bak terbuka, truk dan kendaraan umum atau angkutan kota sudah memenuhi area parkir taman sebelah utara, timur dan selatan taman. Pun begitu para tamu undangan kehormatan, para apartur pemerintahan di tingkat kecamatan dan kabupaten, beserta orang nomor satu di Kabupaten Ciamis beserta wakil, tampak hadir memenuhi undangan dan malah sempat berfoto bersama dengan para santri dan dewan asatid serta guru. “Suatu kehormatan bagi kami, Pondok Pesantren Daarul Maarif Imbanagara Ciamis, dapat berfoto bersama dengan Bapak Bupati beserta Wakil”, tandas Waka Bidang Kurikulum, Asep Apipudin, yang ikut dalam barisan bersama santri dan santriwati pagi itu.

Dr. Herdiat (Bupati Ciamis) berfoto bersama para santri PPDM, jongkok dengan mengenakan jas berwarna abu, peci dan kaca mata hitam. Yana D. Putra, Wakil Bupati Ciamis, berdiri paling kanan mengenakan jas hitam dan peci hitam. 

 

Bila kita berbicara ke belakang, tepatnya 4 (empat) tahun yang lalu, Hari Santri Nasional (HSN) yang diperingati setiap tanggal 22 Oktober setiap tahunnya untuk pertama kalinya ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 22 Oktober 2015 di Masjid Istiqlal Jakarta. Secara historis, penetapan Hari Santri Nasional dimaksudkan untuk meneladankan semangat jihad kepada para santri tentang keindonesiaan yang digelorakan para ulama. Tanggal 22 Oktober merujuk pada satu peristiwa bersejarah yakni seruan yang dibacakan oleh Pahlawan Nasional KH Hasjim Asy’ari pada 22 Oktober 1945. Seruan ini berisikan perintah kepada umat Islam untuk berperang (jihad) melawan tentara Sekutu yang ingin menjajah kembali wilayah Republik Indonesia pasca-Proklamasi Kemerdekaan. Sekutu di sini adalah Inggris sebagai pemenang Perang Dunia II untuk mengambil alih tanah jajahan Jepang. Di belakang tentaran Inggris, rupanya ada pasukan Belanda yang ikut membonceng kala itu. Aspek lain yang melatarbelakangi penetapan HSN ini adalah pengakuan resmi pemerintah Republik Indonesia atas peran besar umat Islam dalam berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan serta menjaga NKRI. Ini sekaligus merevisi beberapa catatan sejarah nasional, terutama yang ditulis pada masa Orde Baru, yang hampir tidak pernah menyebut peran ulama dan kaum santri.

 

Semoga kegiatan Hari santri Nasional menjadi bahan refleksi bagi seluruh elemen pendidikan pondok agar senantiasa meningkatkan kualitas dan kuantitas diri guna mewujudkan intelektualitas bangsa Indonesia di era modern yang super cepat. Karena santri sebagai elemen yang tak terpisahkan dari proses pendidikan islam dan proses pembentukan wajah pendidikan bangsa Indonesia di mata dunia. Semoga, aamiin…

WhatsApp Tanya via WhatsApp