Hari raya Idul Adha merupakan hari yang ditunggu-tunggu oleh seluruh masyarakat muslim di seluruh dunia. Hari yang membahagiakan ini terdapat banyak keistimweaan didalamnya. Pelaksanaan Shalat Id dan penyembelihan Hewan kurban sudah menjadi agenda tahunan umat islam. Orang-orang kaya yang dermawan tak sedikit yang ikut berkurban untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah swt. Dan manfaatnya banyak dirasakan oleh seluruh masyarakat dari berbagai kalangan. Maka. Tak heran jika semua orang muslim sangat menunggu hari yang sangat dinanti ini.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, tahun 2020 ini pesantren Daarul Ma’arif menggelar shalat idul adha di masjid pesantren. Biasanya pihak pesantren sepakat meliburkan seluruh seluruh santri untuk merayakan idul adha bersama keluarganya masing-masing. Tapi untuk kali ini, karena baru beberapa hari mendatangkan santri, akhirnya pihak pesantren menggelar shalat idul adha di masjid pesantren bersama seluruh santriwan dan santriwati. Pelaksanaan shalat idul adha berjalan dengan lancar, seperti biasa Ustadz Fadlun selaku salah satu dewan asatidz mengumumkan dan memberi arahan secara umum ke seluruh jama’ah yang hadir yang terdiri dari para santri, murokib/ah, dan ustadz/usatadzah. Seluruh area pesantren dipenuhi oleh seluruh jama’ah. Masjid pesantren yang berlokasi di area asrama putri itu tidak dapat menampung seluruh jama’ah, jumlah jama’ah yang mengikuti shalat id dengan kapasitas masjid yang ada sangat jauh berbeda. Maka, terpaksa harus menggelar alas tikar di sekiatarn jalan, beranda masjid dan lapangan.

Dari lantai 2 tampak Pelaksanaan Sholat Idul Adha di Mesjid Pesantren dengan tetap melaksanakan Protokol Kesehatan Pencegahan Covid-19

Shalat idul adha kali ini langsung dipimpin oleh pimpinan pondok pesantren. Dr. KH Kusoy Fadiyah M.si atau yang sering disebut Abi mengenakan koko berwarna putih ditambah jas dan peci putih juga bersorban merah. Abi yang menjadi Imam serta khatib pada shalat kali ini, tiba di masjid sekitar pukul 06.00, beliau langsung melaksanakan shalat sunnah tahiyyatul masjid, lalu ikut duduk dan bertakbir bersama para jama’ah. Tepat pada pukul 06.30, shalat Idul adha digelar. Ustadz Zakiy Yahya yang menjadi muroqi pada kesempatan kali ini, memberi tanda shalat akan segera dilaksanakan. Seluruh jama’ah kemudian ikut berdiri, Abi yang menjadi imam melangkah menuju tempat imam. Pada raka’at pertama, Abi membacakan surah Asy-Syams, lalu pada raka’at kedua membacakan surah Al-Kautsar. Tentu ada makna tersendiri mengapa Abi membacakan surah tersebut pada Shalat Idul adha kali ini.

Usai melaksanakan shalat, Abi kemudian berdiri dan menuju mimbar khatib. Abi berkhutbah dengan ciri khas gaya bicaranya yang lantang, tegas dan jelas. Tema yang diangkat pada khutbah kali ini adalah tentang Hikmah di balik Idul adha di tengah Pandemi COVID-19. Abi menerangkan bahwa hikmah adri pada perayaan idul adha ini salah satunya adalah kesabaran. Menurutnya, hikmah dari perayaan Idul Adha pada masa pandemi ini adalah kesabaran, kita bisa sabar menghadapi segala bentuk musibah yang ada dimasa pandemik ini. Selain itu Abi juga menyampaikan perihal informasi pelaksanakan ibadah haji. Menurutnya Ibadah haji tahun ini tidak meberangkatkan jama’ah dari negara Indonesia. Hanya orang-orang yang menetap di Arab Saudi saja yang bisa menunaikan ibadah haji, termasuk ada juga beberapa orang yang ikut melaksanakan Ibadah haji karena sedang berada di Tanah Arab. Ia juga menceritakan pengalamanya tahun lalu ketika mengurusi pelaksanaan jamaah ibadah haji dari negara Indonesia yang ditugaskan oleh pemerintah. Khutbah yang berlangsung selama kurang lebih 11 menit itu begitu mengesankan dan memebri pencerhan bagi semua jama’ah yang hadir.

Dengan beralaskan tikar dan karpet, teras dan jalan masjid dimanfaatkan sebagai tempat sholat dengan tetap menjaga jarak aman.

Setelah selesai khutbah, Abi kemudian mempin untuk melaksanakan Shalat dhuha, kebetulan sudah masuk waktu dhuha. 4 raka’at shalat dhuha dilaksanakan lalu disambung dengan do’a setelah shalat dhuha. Seperti adat kebiasaan yang ada, seluruh santri dihidangkan makanan khas opor ayam dan ketupat. Semua santri mengantri agar dapat kebagian memakan ketupat dan opor ayam.Penyembelihan hewan kurban langsung dilaksanakan. 4 ekor kambing dan 1 ekor sapi siap di kurbankan. Penyembelihan dilakukan langsung oleh Drs. K.H Suyono M.Si selaku pengasuh pondok pesantren. Dengan dibantu para alumni dan dewan asatidz, proses penyembelihan berjalan dengan lancar. Para santri yang ikut menyaksikan turut antusias melihat prosesi penyembelihan.

WhatsApp Tanya via WhatsApp