Ciamis – TOEFL Preparation and Test sebagai salah satu program unggulan madrasah jenjang Aliyah khususnya bagi siswa kelas XII telah dilaksanakan pada hari Kamis, 8 April 2021 mulai jam 09.00-12.30 WIB. Kegiatan dimulai dengan sesi pengenalan yang berlangsung selama tidak kurang dari satu jam. Sesi ini membawa siswa mengenal lebih dekat tentang esensi ujian TOEFL, subtansi materi uji, dan tips-tips dalam melaksanakan ujian pun tidak luput dari pembahasan Dedeh dan Rudi, sebagai dosen Bahasa Inggris FKIP Unigal yang kali ini menyempatkan datang ke madrasah sebagai perwakilan dari Balai Bahasa. Berbeda dengan pelaksanaan ujian tahun lalu, lokasi ujian sekarang ini bertempat di ruang labolatorium komputer dan ruang kelas komplek MTs & MA eL-BAS. Dikarenakan berbagai pertimbangan berkenaan protokol pencegahan penularan covid-19, mobilisasi siswa dari madrasah ke Gedung Pasca Sarjana lantai 3 kampus Universitas Galuh Ciamis untuk sekarang ini tidak dilakukan.

Mode ujian terbagi menjadi 2 moda, sebagian menggunakan kertas pensil dan sisanya melalui internet. Ujian dimulai sekira pukul 10 dan berlangsung tidak kurang dari 2 jam hingga lewat waktu sholat duhur sekira pukul 12:30 tes dinyatakan selesai. Siswa terbagi ke dalam  dua ruang terpisah, kelas XII IIK berada di labolatorium komputer lantai 1 dan kelas XII MIA berada di  ruang ujung barat lantai 2 gedung MA. Kegiatan ini merupakan mata rantai ahir dari kegiatan pembekalan materi TOEFL yang telah dilaksanakan sejak awal januari yang bertempat di labolatorium komputer & bahasa MA eL-BAS. TOEFL tahun ini sifatnya wajib, dengan demikian kegiatan ini diikuti oleh hampir semua siswa tidak kurang dari 46 dari 56 siswa, tidak lebih dari 10 siswa melakukan test melalui moda online, atau lebih dikenal dengan internet-based TOEFL, dikarenakan sejak awal semester genap mereka melakukan kegiatan KBM dari jarak jauh. Hasil dari kegiatan ini diharapkan siswa mampu mengenali kemampuan bekal awal bahasa Inggris mereka untuk selanjutnya lebih dikembangkan untuk berbagai kepentingan guna kepentingan studi lanjut atau pekerjaan di masa yang akan datang.

“Kegiatan tes TOEFL tahun ini, meski pun tidak mengikat bersifat wajib bagi siswa kelas XII, dikarenakan erat kaitannya dengan rencana studi siswa ke perguruan tinggi, khususnya perguruan tinggi negeri dalam negeri dan keberadaan peluang beasiswa yang ditawarkan, yang totalnya diikuti oleh 56 siswa dalam dua moda, yakni offline melalui media kertas dan pensil, serta menggunakan media internet bagi siswa yang belajar dari rumah.” kata toni herdiana membuka pembicaraannya. “Berbeda dengan tahun lalu, pelaksanaan tes kali ini mitra kerja Balai Bahasa FKIP Unigal Ciamis didatangkan ke madrasah dikarenakan ada kekhawatiran jika dilakukan mobilisasi dari madrasah ke lingkungan kampus,” tambahnya.

Program TOEFL Preparation  and Test merupakan program lembaga yang digagas sejak tahun 2017 sebagai bagian dari kerjasama dan kemitraan antara satuan pendidikan Madrasah Aliyah (MA) eL-Bas dengan bidang International Relation Office, Cooperation, Language Service and Culture (ITO-LSC) Galuh University atau pusat bahasa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) sebagai perguruan tinggi swasta terkemuka di Ciamis. Terhitung sudah empat angkatan sampai tahun ini, dimana di tahun ini program TEOFL ditawarkan sebagai program wajib bagi siswa kelas XII MA, sehingga partisipasi siswa yang mengikutinya tidak kurang dari 90%.

“Ada 5-6 siswa yang mengikuti TEOFL tes dari rumah masing-masing, dikarenakan sejak KBM di masa pandemi memang mereka sudah melakukan kegiatan belajar secara jarak jauh dengan media web dan internet. Sehingga pelaksanaan tes kompetensi bahasa ini pun terbagi menjadi dua moda, online dan offline”, Misbahudin membuka pembicaraan. Sebagaimana diketahui bahwa berdasar media tes yang digunakannya, tes TOEFL yang dilaksanakan kali ini adalah tes berbasis kertas bagi siswa yang berada di asrama pensil atau disingkat PBT kepanjangan dari paper-based TOEFL, serta test berbasis internet atau internet-based TOEFL bagi siswa yang berada di rumah.

Tampak dalam gambar, para siswa mengikuti pelaksanaan kegiatan tes dengan sungguh-sungguh di dua ruang yang berbeda. Mrs. Dedeh dan Mr. Rudi sebagai admin tes memposisikan diri di bagian depan ruangan memandu jalannya tes dari awal hingga selesai. “Tujuan utama dari kegiatan ini adalah sebagai langkah awal bagi para siswa mengenal materi uji kemampuan bahasa inggris yang sudah terstandarisasi, yang nantinya diharapkan setelahnya memasuki dunia kampus atau dunia kerja, mereka mampu secara mandiri mengembangkan kompetensi berbahasa dengan mengikuti program-program pembekalan TOEFL serupa yang diselenggarakan oleh lembaga resmi dan diharapkan mendapat skor yang lebih tinggi lagi tentunya”, toni herdiana menutup pembicaraanya.

WhatsApp Tanya via WhatsApp