Ciamis – Genap 75 tahun usia Negara Kesatuan Republik Indonesia. Momen ini adalah kebahagian bagi seluruh rakyat Indonesia dari berbagai lapisan masyarakat, khususnya bagi para santri. Di lingkungan pondok, momentum ini acap kali dijadikan sebagai ajang untuk mengingat jasa-jasa para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, terutama pahlawan dari kalangan ulama, santri, dan masyarakat muslim lainya. Jika kita melihat sejarah lebih jauh, fakta mengatakan bahwa banyak sekali kontribusi para ulama dan santri dalam memperjuangkan kemerdekaan. Oleh karenanya, tak dapat dipungkiri, antusiasme dan uforia para santri untuk memeriahkan moment ini melalui berbagai bentuk kegiatan lomba sudah tampak jauh hari sebelumnya.

Di Pesantren Daarul Ma’arif sendiri, seluruh ustadz ustadzah, para pengurus, murokib murokibah dan pimpinan jauh-jauh hari sudah bersepakat akan mengadakan acara malam tasyakkur memperingati kemerdekaan Republik Indonesia. Sabtu (15/8) lalu acara sukses diselenggarakan. Meski acara terbilang beresiko karena sedang dimasa pandemi, pesantren tetap bersikeras menyelenggarkan acara dengan tetap mengikuti protokol kesehatan. Acara ini diikuti oleh seluruh santriwan dan santriwati juga seluruh karyawan lembaga pondok pesantren. Acara ini bertempat di masjid pondok lingkungan asrama putri, atau yang sering di sebut “Masjid Qatar”. Kapasitas masjid yang terbatas, tak mungkin menampung seluruh santri untuk masuk dikarenakan tetap menerapkan protokol kesehatan menjaga jarak. Akhirnya acara digelar di luar halaman masjid dan halaman depan kantor, koperasi dan gedung RA. Lebih dari 400 santri memenuhi meramaikan dan mensukseskan acara yang terbilang meriah ini.

Santri putra diberangkatkan sejak pukul 17.30 dari asarama mereka di bagian barat komplek pendidikan MTs & MA eL-BAS dengan mengenakan koko putih, peci hitam dan sarung. Mereka diberangkatkan secara bergiliran per kelas dengan ditemani oleh para murokibnya. Acara dimulai ba’da maghrib, diawali dengan shalat maghrib berjamaah, kemudian dilanjutkan membaca istighosah bersama-sama seluruh santriwan dan santriwati. Istighosah sendiri dipimpin langsung oleh Al ustadz Masykuri al haafidz dan dilanjutkan sholat isya berjama’ah.

Keberangkatan santri putra dari asrama pondok, sekira jam 7 mereka menuju komplek pendidikan MTs & MA eL-BAS

Acara baru dimulai setelah Isya dengan dihadiri langsung oleh pimpinan dan pengasuh pondok K.H Kusoy Fadiliyah beserta K.H Suyono. Pelengkap kemeriahan acara ini dibuka oleh MC pada pukul 20.00 WIB. Hubbunabiy Al mushtofa grup hadroh shalawat ikut memeriahkan dengan menampilkan beberapa lagu shalawat. Yang menarik pada acara ini yaitu ada beberapa santriwan dan santriwati yang diberi apresiasi langsung oleh Abi, karena kebanggaanya, ia tak segan memberi hadiah berupa voucher jajan gratis di koperasi pesantren dengan jumlah nominal yang berbeda. Ada yang mendapatkan seratus ribu, dua ratus ribu bahkan lima ratus ribu. Voucher ini hanya berlaku untuk dijajankan di koperasi pesantren, tidak bisa diambil secara tunai.

Miftahul Ikhsan, santriwan kelas XII MA, mempertontonkan kebolehannya dalam menari “sufi”

Penampilan yang ditampilkan cukup beragam dan menarik, pembacaan puisi, menyanyikan lagu Indonesia raya, dan tarian sufi ditampilkan dengan baik. Di sela acara, seperti biasa Abi selalu menyampaikan dan memberi dorongan semangat bagi seluruh santri agar semangat dalam belajar dan mengaji. Semua acara terbilang sukses.Dalam acara ini setidaknya para santri mendapatkan pembelajaran tentang bagaimana menghargai jasa para pahlawan dan sejarah kemerdekaan republik Indonesia. Karena Presiden Pertama Republik Indonesia pernah mengatakan “Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan sejarah”. Dirgahayu Republik Indonesia ke-75, semoga kita menjadi bangsa yang senantiasa ada ridho dan naungan Alloh SWT., merdekaaa….

WhatsApp Tanya via WhatsApp