Ciamis – Berdasar surat edaran Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Pendais) Nomor B-2547.3/Dj.I/Dt.I.I/PP.00/11/2020 perihal Pelaksanaan KSMO Nasional, gairah kompetisi di bidang sains antar madrasah mulai menggeliat meski di tengah keterpurukan situasi serta keterbatasan akibat pandemi Covid-19. Seperti yang kita ketahui bahwa pandemi Covid-19 saat ini masih melanda Indonesia, hal ini setidaknya mengakibatkan berbagai sektor kehidupan mengalami kendala dan keterbatasan, tak terkecuali sektor pendidikan. Namun dalam kondisi apapun Negara harus menjamin keselamatan, kesehatan seluruh insan pendidikan di satu sisi dengan memberikan kesempatan untuk menjalankan agenda kegiatan yang telah direncanakan dan disisi lain tetap menerapkan protokol pencegahan penyebaran virus, tak terkecuali ikhwal pelaksanaan KSMO 2020.

Kompetisi Sains Madrasah (KSM) adalah sebuah ajang berkompetisi dalam bidang sains yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia. Secara historis, kompetisi ini diselenggarakan mulai dari tahun 2012 hingga tahun 2017 yang dilakukan secara konvensional tatap muka dan pelaksanaan Kompetisi Sains Madrasah berbasis teknologi dimulai sejak tahun 2018 sampai dengan sekarang. Dalam praktiknya sekarang ini, proses pendaftaran dan seleksi administrasi hingga pelaksanaan tes memanfaatkan teknologi informasi guna meningkatkan akuntabilitas dan transparansi dalam pelaksanaan kompetisi.

Kompetisi Sains Madrasah Online 2020 atau lebih dikenal dengan KSMO hanya dibuka untuk Satuan Pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama RI yaitu madrasah mulai dari Madrasah Ibtidayah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA)
Peserta selain dari Madrasah yang melakukan pendaftaran Kompetisi akan didiskualifikasi oleh Panitia .

Hal ini yang berbeda bahwa mulai tahun 2012 hingga tahun 2019, pelaksanaan Kompetisi Sains Madrasah dilakukan berjenjang mulai dari KSM Tingkat Satuan Pendidikan, tingkat Kabupaten/Kota, tingkat Provinsi, dan tingkat Nasional. Namun, dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19 pelaksanaan Kompetisi Sains Madrasah pada tahun 2020 dilakukan dalam 2 tahapan saja, yakni KSM Tingkat Satuan Pendidikan dan KSM Tingkat Nasional.

Kegiatan KSM diawali dengan kegiatan penetapan madrasah peserta KSMO, yang dilaksanakan pada tanggal 21-30 September 2020. Selanjutnya madrasah peserta kegiatan melakukan proses pendaftaran dengan membuat akun secara online dengan ketentuan 1 orang peserta pada setiap bidang studi sains yang dilombakan mulai dari tanggal 25 September s.d 23 Oktober 2020. Pada tahapan berikutnya, tiap siswa yang telah terdaftar sebagai peserta diberi kesempatan untuk melakukan kegiatan simulasi pada tanggal 2-4 November 2020 secara daring. Pada prosesnya, ada perubahan versi browser yang digunakan dikarenakan versi 3.0.1 mengalami kendala dalam fungsionalitas web-camera sehingga dalam pelaksanaan KSMO tanggal 9-11 November versi lebih lawas, 2.4.0 digunakan kembali.

Empat peserta KSMO dari MA eL-BAS, yakni Desi Rohmatul Fitria, Nanda Fitria Salsabila, Ade Nurhayati, dan Evi Nur Kamila mewakili lembaga berkompetisi dengan madrasah lain. KSMO dilaksanakan Rabu (11/11) mulai jam 7:30 untuk sesi pertama dan sesi selanjunya dilaksanakan hingga menjelang sore hari. Meski pelaksanaanya berlainan waktu dan tempat, peserta pertama mengikuti kompetisi di rumah, sedangkan tiga kontestan lainnya melaksanakan di lingkungan pondok, tepatnya di komplek pendidikan MA eL-BAS, guru pembimbing dan pemangku kepentingan tetap mendampingi peserta selama berkompetisi. Kini kegiatan KSMO 2020 hanya menyisakan satu agenda saja, yakni pengumuman pemenang yang menurut rencana akan dibuka pada tanggal 19 November. Semoga saja KSM ini dapat menjadi wahana berkompetisi sains yang lebih baik lagi, terlebih wacana KSMO internasional untuk beberapa negara di kawasan asia tenggara mulai didengungkan. Semoga….

 

WhatsApp Tanya via WhatsApp