Ciamis – Salah satu momentum penting sebelum datangnya bulan Ramadhan adalah Isra dan Miraj. Berdasarkan sejarah, Isra Miraj terjadi pada tanggal 27 Rajab. Peristiwa penting bagi umat islam, yang terjadi setelah peristiwa ‘Amul Huzni’ atau tahun kesedihan Rasulullah SAW. Karena ditinggalkanya rasulullah SAW oleh 2 orang tercintanya, Yaitu Siti Khadijah selaku istrinya. Dan Abu Thalib, pamanya yang selalu mendukung dakwahnya. Di momen itulah, Allah SWT mengutus malaikat Jibril untuk menemani Rosulullah SAW melakukan perjalanan dari Masjidil Haram (Mekkah) ke Masjidil Aqsha (Palestina), peristiwa ini disebut ‘Isra’ yang artinya perjalanan di malam hari. Kemudian dari Masjidil Aqsha Rosulullah SAW Bersama Malaikat Jibril naik ke sidratul muntaha,peristiwa ini disebut ‘Mi’raj’ yang artinya Naik. Dimana karena peristiwa isra mi’raj ini, Rosulullah Saw mendapat perintah mendirikan shalat dengan jumlah 50 waktu, Rosulullah pun Kembali pergi. Di perjalanan ia ditemui para nabi terdahulu lalu memberikan saran agar meminta kekurangan jumlah raka’at, Bagaimana umat islam bisa bekerja mencukupi kehidupanya jika dibebani Shalat 50 waktu. Akhirnya, setelah diberi banyak keringanan jadilah 5 waktu shalat yang Allah SWT perintahkan.

Dikarenakan sangat fundamental unsur historikal dari peristiwa ini dalam ajaran Islam, maka umat muslim memperingatinya dengan berbagai macam perayaan. Tidak terkecuali, pesantren pun ikut ambil bagian dalam memeriahkan peristiwa ini dengan berbagai rangkaian acara.

Salah satu kontestan Lomba Praktek Shalat Shubuh (LPSS) putra kelas X MA, yang dilaksanakan di mesjid komplek pendidikan EL-BAS.

Sebagai kegiatan rutin tahunan, Ponpes Daarul Ma’arif melakukan serangkain kegiatan dalam memperingati Isra miraj atau Bahasa yang sering dipakai ‘Rajaban’ ini. Acara dilaksanakan kurang lebih selama 1 minggu. Dimulai dengan perlombaan-perlombaan yang diadakan setiap malam. Diantara mata lomba yang dilombakan diantaranya adalah Musabaqah Syarhil Qur’an (MSQ), Lomba Nazhom ‘Aqidatul Awam, dan Lomba Praktek Shalat Shubuh (LPSS) untuk putra. Sedangkan di putri seperti Lomba Mading, Akapela, Syiar santri, dan Lomba Praktek Shalat Shubuh (LPSS). Kemudian kejuaraan diumumkan pada Jum’at sore menjelang malam puncak.

Rangkain kegiatan dilanjutkan Shalawatan malam jum’at di komplek sekolah. Momen ini bertepatan dengan peringatan ulang tahun Ummi (Hj. Iis Siti Aisyah M.Pd.I) Istri dari Abi Qusoy yang ke 50. Di tengah-tengah acara, panitia membuat kejutan yang sebelumnya sudah dipersiapkan. Kejutan berlangsung dengan diiiringi bunyi nyala petasan yang sangat meriah. Secara mengejukan Abi Qusoy menyanyikan lagu berjudul “Cuma Kamu’’ di hari ulang tahun istri tercintanya itu. Peristiwa itu membuat para santri bersorak gembira melihat kejadian itu. Setelah selesai, acara dilanjutkan dengan pembacaan shalawat dan do’a bersama.

Di tengah proses pembangunan ruang kelas baru, berdiri panggung sederhana di tengah lapangan dengan alas karpet sebagai tempat duduk para santri

Dalam puncak acara, tepatnya pada Jum’at malam, panitia kedatangan Muballigh dari aparatur pemerintahan yang sekaligus seorang santri. Bernama lengkap Dr. KH. Wasdi Ahmad Izzudin M.Si., beliau ternyata adalah seniornya Abi Qusoy saat di bangku perkuliahan. Beliau juga kini menjabat sebagai Dinas Pariwisata Kabupaten Ciamis. Diawali dengan sambutan oleh pimpinan, kemudian dilanjutkan tausyiah oleh KH Wasdi. Gelak tawa tak bisa tertahankan oleh para santri, ceramanya yang humoris dan mengundang gelak tawa itu disampaikan dengan Bahasa sunda. Malam yang cukup menghibur bagi seluruh santri. Walaupun ceramahnya tidak terlalu lama sampai berjam-jam, tapi cukup menghinghibur dan mencerahkan para santriwan dan santriwati.

Acara berjalan dengan lancar sesuai rencana. Walaupun ada sedikit hal-hal yang terjadi diluar dugaan, itu sangat dimaklumi. Seluruh panitia berpose Bersama-sama setelah Lelah menjalankan tugasnya masing-masing selama satu kurang lebih satu minggu acara. (kontributor: Chandra N)

WhatsApp Tanya via WhatsApp