Dengan diberlakukannya Masa Darurat Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) sebagaimana Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan serta Surat Edaran Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI Nomor 285.1 Tahun 2020, yang didalamnya memuat tentang mekanisme pembelajaran dan penilaian madrasah dalam masa darurat pencegahan penyebaran Covid-19, opsi pembelajaran dengan mode daring atau online menjadi pilihan bagi banyak madrasah, istilah ini dikenal dengan nama electronic learning atau distance learning. 

E-learning adalah suatu konsep pendidikan yang memanfaatkan teknologi informasi dalam proses belajar mengajar. Sebagaimana pakar menyebutkan bahwa elearning merupakan proses pembelajaran jarak jauh dengan menggabungkan prinsip-prinsip dalam proses pembelajaran dengan teknologi. Karena terdapat sisi positif dalam penerapannya, diantaranya cakupan yang luas, waktu yang fleksibel–kapan saja dimana saja, tidak memerlukan ruang kelas fisik, serta cepat dan kredibel, banyak madrasah menerapkan konsep pembelajaran ini sejak pemberlakukan masa darurat. Meskipun tidak menutup kemungkinan, madrasah lain sudah jauh lebih dulu menerapkan konsep serupa.

“Dalam praktiknya, ada beberapa rancangan teknologi yang bisa diterapkan dalam konsep pembelajaran jarak jauh. Bisa memanfaatkan layanan yang sudah tersedia di internet, seperti halnya google classroom, quipper, ruang guru, ruang belajar dan lain sejenisnya, atau dengan merancang sendiri layanan berbasis web yang khusus untuk itu” buka Toni Herdiana, Proktor Madrasah.  “Sebagaimana hasil sosialisasi di Kemenag Ciamis jauh sebelum situasi seperti sekarang, melalui inisiatif Kemenag Ciamis, narasumber sekaligus salah seorang programmer dari Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan dan Kesiswaan Madrasah (KSKK) Kemenag Pusat, Dendi  Nuraziz, dalam rangka sosialisasi elearning bagi Madrasah Tsanawiyah se-Kabupaten Ciamis. Dapat dikatakan Ciamis terdepan dalam hal ini, karena saat itu belum banyak kabupaten/kota yang telah melaksanakan kegiatan ini” tambahnya.

Di madrasah sendiri sampai sekarang 2 (dua) minggu berjalan masa darurat Covid-19, pemanfaatkan e-learning memang belum diberlakukan secara menyeluruh untuk semua jenjang dan mata pelajaran. Pihak madrasah, dalam hal ini Wakil Kepala Madrasah bidang Kurikulum, Asep Apipudin, masih memberi keleluasaan kepada para guru dalam menerapkan konsep pembelajaran jarak jauh. “Sebagian ada yang telah menggunakan e-learning dari KSKK, sebagian membangun sendiri dengan merancang layanan web sendiri, dan sebagian memanfaatkan yang sudah tersedia di internet. Kita tunggu hasil evaluasi sebelum masa perpanjangan masa darurat hingga pertengahan April mendatang”, timpal Wakamad.

“Kondisi force-majeure seperti ini, mau tidak mau, menuntut kesiap siagaan lembaga untuk tetap mampu menjaga komitmen sebagai lembaga penyelenggara pendidikan, dimana proses pembelajaran tanpa memandang tata ruang geografis, batas wilayah dan waktu, dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi, meski dengan segala keterbatasan, karena jujur saja kita belum siap dengan kondisi seperti sekarang, harus tetap mampu membangun interakaksi yang bermakna antara siswa dan guru agar tujuan pembelajaran sebagaimana digariskan dapat tercapai.”  tutup Kamad MA eL-BAS, Misbahudin.

Mari kita berusaha semampu yang kita bisa untuk mensukseskan program yang telah dicanangkan pemerintah dengan mematuhi dan mentaati protokol penanggulangan bencana penyebaran Covid-19, bersikap tenang, serta tidak putus-putusnya berdo’a kepada Alloh SWT., semoga kita semua terhindar dari marabaha yang maha besar ini. Aamiin…

WhatsApp Tanya via WhatsApp