Sebagaimana Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) serta Surat Edaran Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI Nomor 285.1 Tahun 2020 tentang Upaya Pencegahan Virus Covid-19, yang didalamnya memuat tentang mekanisme pembelajaran dan penilaian madrasah dalam masa darurat pencegahan penyebaran Covid-19, didapat kejelasan beberapa hal diantaranya pembatalan agenda UNBK untuk jenjang MTs dan MA yang rencananya akan dilaksanakan secara berturut-turut, hari Senin-Kamis, 30 Maret – 2 April 2020, dan 20 – 23 April 2020, penundaan ujian UAMBN jenjang MTs yang semula terjadwal tanggal 16-18 Maret, serta kegiatan Penilaian Akhir Tahun (PAT) Kalender Pendidik TP. 2019/2020.

 

Satu agenda yang sudah terlaksana lebih dulu yakni UAMBN-BK jenjang MA yang dilaksanakan 2 (dua) minggu yang lalu, tepatnya pada hari Senin-Rabu, 9-11 Maret 2020, menjadi kegiatan ujian terakhir bagi para santriwan santriwati Pondok Pesantren Daarul Ma’arif. Dengan demikian, mereka berhak atas Sertifikat Hasil UAMBN (SHUAMBN). Meskipun demikian, untung tidak dapat diraih rugi tidak dapat dihindari, pelaksanaan kegiatan serupa untuk jenjang MTs yang berdasarkan agenda dilaksanakan pada Senin-Rabu, 16-18 Maret 2020, harus batal diselenggarakan karena sudah masuk ke dalam masa darurat.

 

Adapun agenda yang masih tersisa selanjutnya, yakni pelaksanaan Ujian Madrasah Berbasis Komputer atau UMBK, karena teknis pelaksanaannya diserahkan kepada satuan penyelenggara madrasah masing-masing, MA eL-BAS melaksanan ujian ini menyambung tepat sehari setelah pelaksanaan UAMBNBK jenjang MA, yakni pada hari Kamis-Sabtu, 12-14 Maret. Meski pun kegiatan ini sama gagal terlaksana dengan tuntas karena hari Senin, 16 Maret telah masuk masa darurat nasional dan para santri telah dipulangkan ke orang tua mereka masing-masing. “UMBK rencananya menyisakan 3 (tiga) hari lagi, Senin-Rabu, 16-18 Maret, panitia sendiri telah menyediakan ruang labolatorium tambahan agar pelaksanaan kegiatan dapat menghemat waktu, sehingga ujian dapat berlangsung dalam 2 (dua) sesi, jurusan MIA dan IIK secara bersamaan melaksanaan ujian di tiap ujian yang berbeda, karena selama UMBK, mereka diputar dalam 2 (dua) sesi pagi dan siang menuju sore.” kata Toni Herdiana, membuka pembicaraannya di sela-sela piket masa darurat nasional. “Meskipun tidak terlaksana sesuai rencana, tapi insya alloh siswa waktu pelaksanaan UMBK akan dilanjutkan setelah didapat hasil keputusan bersama berkenaan dengan mekanismenya”, tutupnya.

 

Begitu pun agenda akhir tahun Kalender Akademik Tahun Pelajaran 2019/2020, yakni untuk kegiatan Penilaian Akhir Tahun (PAT), berdasar pada ketentuan yang ada dan berlaku sekarang, karena kegiatan ujian dalam bentuk tes yang mengumpulkan siswa tidak boleh dilakukan, kecuali yang telah dilaksanakan sebelum terbitnya surat tersebut, kemungkinan besar ujian akhir semester untuk kenaikan kelas akan dilakukan dalam bentuk portofolio dari nilai rapor dan prestasi yang diperoleh sebelumnya, penugasan, tes daring (bila memungkinkan), dan atau bentuk asesmen lainnya yang dilakukan secara jarak jauh. Semoga saja bencana ini dapat berlalu dengan cepat, kegiatan pembelajarna dan evaluasi dapat berjalan normal kembali, dan satu hal yang tak kalah penting kita mendapat kan hikmah dari kejadian ini semua.

WhatsApp Tanya via WhatsApp